Jumat, 12 Juni 2020

Pergilah

Pergilah! 
Jangan lagi menaruh harapan sia-sia. 
Apa kau lupa? 
Kita berbeda. 
Dunia kita tak sama. 
Lupakan! 
Telah kuikhlaskan. 
Tenanglah di alam sana.

- Isna Hary A. P.  -

Pict by Pinterest

Kamis, 11 Juni 2020

Ingin Bersua

Bisakah kita mempersingkat penantian
Meski hal itu mustahil dilakukan
Sampai kapan memupuk harapan
Sementara rindu tak berkesudahan
Terombang-ambing tanpa kepastian

Lelah
Nyaris menyerah
Hampir saja kalah

Tuan
Kuingin segera bersua
Sekejap pun tak apa

- Isna Hary A. P. -

Segeralah musnah

Di tengah wabah. 
Di balik kepanikan.
Kami menaruh harap agar ia lelah lalu musnah.
Agar tak terdengar lagi kesedihan, kehilangan, serta hal lain yang lebih menakutkan. 

-Isna Hary A. P. -

Senin, 10 September 2018

Hati Yang Hancur

Sore ini, kunikmati senja dengan hati yang hancur
Kuseret dengan paksa semua mimpi tentang dirimu
Tak kupedulikan lagi air mata yang membasahi pipi
Kini, kubergegas pergi membawa hati yang hancur ini


(Isna Hary A. Putri) 10/09/18

Kamis, 06 September 2018

Ketakutan Dalam Dua Pilihan

            Pada dasarnya, aku memang takut untuk memutuskan.  Aku takut jika apa yang kupilih membuaku jatuh pada luka yang sama. Apa yang harus aku lakukan sekarang? Egoiskah aku jika aku belum bisa memilih? Egosikah aku jika aku menginginkan kedua pilihan itu?
            Aku tahu, belum memilih berarti menggantung keduanya. Pilihan itu cukup sulit. Aku terlalu pengecut untuk kehilangan salah satu dari pilihan itu. Andai aku bisa jadi dua, akan kupilih keduanya tanpa keraguan. Haha, dan itu tak mungkin. Pada akhirnya, aku larut dalam ketakutanku sendiri. Entah sampai kapan aku bertahan dalam situasi dan kondisi ini.
Jadi, bagaimana?
Memilih dan kehilangan salah satu atau memilih keduanya—tapi tak mungkin—atau malah tidak memilih sama sekali.
Bantu aku menjawabnya ...


(Isna Hary A. Putri) 06/09/2018

Rabu, 22 Agustus 2018

Pada Luka Yang Tak Semestinya Tercipta

Pada luka yang tak semestinya tercipta, ada rasa sesal yang mengusik jiwa. Rasa sesal karena pernah menerimanya sebagai bagian dari kebahagiaanmu waktu itu. Ya, kamu tak pernah menyangka hal ini akan terjadi. Yang ada di pikiranmu saat itu adalah tentang bahagia bersamanya. Iya, hanya kamu dan dia. Tanpa hadirnya orang ketiga yang meluluh lantakkan semua.
Waktu berlalu. Rasa sayangmu kepadanya semakin bertambah. Kamu begitu menyayanginya. Kamu pun mulai berangan-angan akan hidup bersamanya. Kamu mulai terbiasa dengan semua sifat-sifatnya. Kamu tak lagi peduli tentang ucapan semua orang yang tak setuju kamu bersama dengannya.
Hingga suatu saat, kamu pun ditinggalkan karena ia memilih orang lain. Saat itu, kamu benar-benar terpukul. Sakit dan hancur.
Kamu pun tenggelam pada luka yang tak semestinya kau rasakan.

(Isna Hary A. Putri) 22/08/2018

Sabtu, 30 September 2017

Dongeng ~ Buah ajaib Untuk Para Peri Di Negeri Bunga

            Pada zaman dahulu kala, ada sebuah negeri yang bernama negeri bunga. Negeri bunga di perintah oleh seorang ratu yang sangat adil dan bijaksana namanya Ratu Andita. Di negeri ini, Setiap peri mempunyai tugas masing-masing untuk merawat maupun memelihara setiap bunga yang ada.
Suatu hari, di negeri bunga terjangkit wabah aneh. Para peri tiba-tiba saja kehilangan kekuatannya. Semua peri tidak bisa menumbuhkan bunga di negeri bunga. Ratu Andita sangat cemas mendengar hal ini. Sang ratu segera menemui tabib istana. Tabib istana mengatakan bahwa semua peri di negeri bunga kehilangan kekuatannya karena meminum air di sumber mata air yang mungkin saja sudah terkena racun. Dan sesegera mungkin ratu harus segera mencari obat di negeri seberang, yaitu negeri buah. Karena hanya di negeri buah saja ada buah ajaib yang bisa mengembalikan kekuatan semua peri di negeri bunga.
            Tanpa pikir panjang, ratu lalu memerintahkan semua peri yang masih punya kekuatan untuk berkumpul. Ternyata hanya tinggal satu peri yang masih punya kekuatan. Namanya peri Fani. Peri fani masih punya kekuatan karena peri fani belum sempat meminum air dari mata air itu. “Peri fani, karena hanya engkau yang tersisa. Maka ku perintahkan engkau untuk pergi ke negeri buah dan mencari buah ajaib untuk menyembuhkan semua peri di negeri bunga ini. Apakah engkau bersedia ?” tanya Ratu andita. “Siap ratu. Saya bersedia” jawab peri fani dengan tegas.
            Peri fani langsung berangkat menuju negeri buah. Ternyata perjalanan kesana sangat sulit. Peri fani harus melewati hutan belantara yang sangat lebat. Menghadapi segala tantangan dan rintangan yang berliku. Tapi peri fani tidak menyerah begitu saja. Dia tetap melanjutkan perjalanannya apapun yang terjadi. Hingga akhirnya tibalah peri fani di negeri buah. Di sana peri fani bertemu penguasa negeri buah “Wahai peri, siapakah engkau ? dan kenapa engkau sampai di negeri ku ?” tanya penguasa negeri buah. “ Maafkan aku wahai Raja, aku hanya di utus oleh ratu andita yaitu ratu negeri bunga untuk mencari buah ajaib. Buah ajaib itu berguna untuk menyembuhkan semua peri di negeri bunga.” Jawab peri fani. “apa itu benar? Baiklah. Aku akan memberikan buah ajaib itu. Tapi berhati-hatilah jika engkau membawa pulang buah ajaib itu karena buah ajaib itu selalu menjadi rebutan orang-orang di luar sana” Kata penguasa negeri buah. Penguasa negeri buah lalu memberikan buah ajaib pada peri fani. Peri fani sangat berterima kasih pada penguasa negeri buah. Peri fani bergegas kembali ke negeri bunga.
            Akhirnya peri fani tiba di negeri bunga. Peri fani langsung memberikan buah ajaib itu pada tabib istana. Tabib istana lalu mengolah buah ajaib itu dan menjadikannya ramuan untuk mengobati para peri. Semua ramuan sudah jadi, Ratu memerintahkan semua peri untuk meminum ramuan tersebut. Keadaan semua peri berangsur-angsur membaik dan tentu saja kekuatannya kembali. Ratu andita sangat berterima kasih pada peri Fani. Sebagai hadiah, Ratu memberikan bunga mawar ajaib yang tak pernah bisa mati untuk peri fani. Peri fani sangat bahagia dan berjanji untuk selalu merawat bunga mawar pemberian ratu andita.
            Akhirnya semua kembali seperti semula. Semua peri bisa mengerjakan tugasnya masing-masing. Keadaan negeri bunga pun kembali seperti sedia kala.


                                    ~ Isna Hary A. Putri ~