Minggu, 13 Desember 2020

Menuntut Balas

Kekasih,
Kau bangun megah istana,
Berlapis emas,
Berdinding berlian.

Paras rupawanmu,
Busuk hatimu.
Ilusi percintaan,
Kau ciptakan dengan tenang.
"Menuntut balas atas masa lalu," katamu. 

Kekasih,
Itu bukan aku.
Itu gadis penghuni hatimu terdahulu. 

-Isna Hary A. P. -


Rumah?

Mataku nyalang menatap cakrawala,
Bintang bertaburan,
Dan rembulan sedang cantik-cantiknya.

Setelah lelah berpetualang,
Apa kau sudah menemukan rumah untuk pulang?

-Isna Hary A. P.-

Jumat, 12 Juni 2020

Pergilah

Pergilah! 
Jangan lagi menaruh harapan sia-sia. 
Apa kau lupa? 
Kita berbeda. 
Dunia kita tak sama. 
Lupakan! 
Telah kuikhlaskan. 
Tenanglah di alam sana.

- Isna Hary A. P.  -

Pict by Pinterest

Kamis, 11 Juni 2020

Ingin Bersua

Bisakah kita mempersingkat penantian
Meski hal itu mustahil dilakukan
Sampai kapan memupuk harapan
Sementara rindu tak berkesudahan
Terombang-ambing tanpa kepastian

Lelah
Nyaris menyerah
Hampir saja kalah

Tuan
Kuingin segera bersua
Sekejap pun tak apa

- Isna Hary A. P. -

Segeralah musnah

Di tengah wabah. 
Di balik kepanikan.
Kami menaruh harap agar ia lelah lalu musnah.
Agar tak terdengar lagi kesedihan, kehilangan, serta hal lain yang lebih menakutkan. 

-Isna Hary A. P. -

Senin, 10 September 2018

Hati Yang Hancur

Sore ini, kunikmati senja dengan hati yang hancur
Kuseret dengan paksa semua mimpi tentang dirimu
Tak kupedulikan lagi air mata yang membasahi pipi
Kini, kubergegas pergi membawa hati yang hancur ini


(Isna Hary A. Putri) 10/09/18

Kamis, 06 September 2018

Ketakutan Dalam Dua Pilihan

            Pada dasarnya, aku memang takut untuk memutuskan.  Aku takut jika apa yang kupilih membuaku jatuh pada luka yang sama. Apa yang harus aku lakukan sekarang? Egoiskah aku jika aku belum bisa memilih? Egosikah aku jika aku menginginkan kedua pilihan itu?
            Aku tahu, belum memilih berarti menggantung keduanya. Pilihan itu cukup sulit. Aku terlalu pengecut untuk kehilangan salah satu dari pilihan itu. Andai aku bisa jadi dua, akan kupilih keduanya tanpa keraguan. Haha, dan itu tak mungkin. Pada akhirnya, aku larut dalam ketakutanku sendiri. Entah sampai kapan aku bertahan dalam situasi dan kondisi ini.
Jadi, bagaimana?
Memilih dan kehilangan salah satu atau memilih keduanya—tapi tak mungkin—atau malah tidak memilih sama sekali.
Bantu aku menjawabnya ...


(Isna Hary A. Putri) 06/09/2018